
Apa gerangan yang menggelitik dan menggugah kami sehingga pantas untuk menyatakan rasa salut dan bangga secara terbuka seperti ini?
Ini tiada lain karena SMPN 1 Tamban di bawah kepemimpinan kepala sekolah yang baru telah perlahan namun pasti membawa SMPN 1 Tamban menuju realisasi sebuah sekolah yang akan benar-benar menerapkan konsep MBS.
Ini terbukti dengan beberapa terobosan yang telah dilakukan. Antara lain, sekolah dengan dukungan penuh komite baik tenaga, materiil, telah melakukan pembenahan dan pemasiran halaman sekolah yang tidak sepeserpun membebani anggaran daerah dan anggaran sekolah. Juga atas inisiatif kepala sekolah yang telah menghimpun alumnus SMPN 1 Tamban, berhasil memprogramkan pembangunan mushalla sekolah melalui sokongan dana dari para alumnus yang telah sukses di segala bidang.
Di sana juga telah ada mesin uang sekolah yang dapat diandalkan untuk menambah kocek sekolah berupa mesin photocopy. Dan di sana juga menyediakan /menyewakan, aula untuk acara hajatan perkawinan.
Artinya di sana ada kemandirian sekolah dalam hal mencari sumber-sumber dana secara sukarela dan bukan pungutan, melainkan kegotongroyongan atau gawi sabumi dari hasil musyawarah ala warung kopi dan bukan di sekolah. Di sana ada kekompakan antara kepala sekolah dgn dewan guru dan dengan komite serta orang tua murid. Di sana ada banyak gagasan dan kreatifitas plus inisiatif dari seorang kepala sekolah yang energik yang benar-benar berniat ingin memajukan sekolah. Kemudian di sana pun yang namanya transparansi telah pula mulai diterapkan, saling mempercayai antara pihak sekolah dengan komite sekolah dan orang tua murid.
Kiatnya adalah bahwa seorang leader seperti kepsek memang harus benar-benar membaur, bergaul, menyatu dengan masyarakat sekitar. Kalau sudah demikian, biasanya, apa pun yang ingin digagas oleh kepsek pastilah mendapat support penuh dari komite dan ortu murid sebagaimana yang dipraktekkan oleh kepala SMPN 1 Tamban.
Dan memamng intinya, MBS kalau mau jalan di sebuah sekolah, rumusnya tiada lain adalah pendekatan, pembauran, bersosialisasi dengan warga di lingkungan sekolah.
Semoga apa yang berlangsung di SMPN 1 Tamban cepat menular dan mewabah ke sekolah-sekolah lainnya.